BATAM – PT Mandiri Tunas Finance yang merupakan anak usaha PT Bank
Mandiri Tbk menargetkan pembiayaan Rp8,8 triliun hingga akhir tahun.
Hingga Oktober 2012 pembiayaan baru mencapai Rp6,7 triliun atau naik 12% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Corporate Secretary Division Head Mandiri Tunas Finance Hengki Heriandono mengatakan, pembiayaan mobil baru masih mendominasi portofolio pembiayaan dengan nilai sebesar Rp5 triliun atau mencapai 76% dari keseluruhan portofolio pembiayaan.Pembiayaan mobil bekas adalah yang terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 21% dengan nilai Rp1,4 triliun.
“Dan, terakhir adalah pembiayaan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 3% atau nilainya mencapai Rp200 miliar,” katanya di selasela Media Gathering Bank Mandiri di Batam kemarin. Menurut dia, peningkatan pembiayaan baru turut menumbuhkan pendapatan pembiayaan konsumen di kuartal III/2012 yang mencapai Rp458 miliar, naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara, pendapatan sewa guna usaha naik signifikan menjadi Rp8,5 miliar atau naik 441% dibanding periode yang sama 2011.
Hengki mengatakan, perseroan masih akan fokus pada pembiayaan mobil baru dan sewa guna usaha. Produksi mobil low cost green car tahun depan diperkirakan akan mengerek pembiayaan tahun 2013. ”Dengan peningkatan market share itu, kita harap tahun depan pembiayaan bisa tumbuh di atas Rp10 triliun,” paparnya.
Dia menambahkan, perseroan optimistis dapat melampaui target laba sebesar Rp105 miliar pada akhir tahun. Hingga Oktober perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp95 miliar.
Hingga Oktober 2012 pembiayaan baru mencapai Rp6,7 triliun atau naik 12% jika dibanding periode yang sama tahun lalu. Corporate Secretary Division Head Mandiri Tunas Finance Hengki Heriandono mengatakan, pembiayaan mobil baru masih mendominasi portofolio pembiayaan dengan nilai sebesar Rp5 triliun atau mencapai 76% dari keseluruhan portofolio pembiayaan.Pembiayaan mobil bekas adalah yang terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 21% dengan nilai Rp1,4 triliun.
“Dan, terakhir adalah pembiayaan sepeda motor dengan kontribusi sebesar 3% atau nilainya mencapai Rp200 miliar,” katanya di selasela Media Gathering Bank Mandiri di Batam kemarin. Menurut dia, peningkatan pembiayaan baru turut menumbuhkan pendapatan pembiayaan konsumen di kuartal III/2012 yang mencapai Rp458 miliar, naik 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara, pendapatan sewa guna usaha naik signifikan menjadi Rp8,5 miliar atau naik 441% dibanding periode yang sama 2011.
Hengki mengatakan, perseroan masih akan fokus pada pembiayaan mobil baru dan sewa guna usaha. Produksi mobil low cost green car tahun depan diperkirakan akan mengerek pembiayaan tahun 2013. ”Dengan peningkatan market share itu, kita harap tahun depan pembiayaan bisa tumbuh di atas Rp10 triliun,” paparnya.
Dia menambahkan, perseroan optimistis dapat melampaui target laba sebesar Rp105 miliar pada akhir tahun. Hingga Oktober perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp95 miliar.
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/news/mandiri-finance-bidik-pembiayaan-rp88-triliun
ANALISIS :
Untuk memajukan usahanya PT Mandiri Tunas Finance yang merupakan anak usaha PT Bank
Mandiri Tbk menargetkan pembiayaan sebesar Rp. 8,8 Triliun hingga akhir tahun. Hal tersebut dimaksudkan untuk melampaui target laba perusahaan tahun lalu. Fokus yang mereka ambil dalam pembiayaan pada mobil baru dan sewa guna usaha. Karena dirasa dua pembiayaan tersebut merupakan yang memiliki prospek paling baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar