MICOM--JAKARTA: PT Eka Sari Lorena Transport berencana melepas sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO) pada Februari 2013.
Demikian ditegaskan Dwi Rianta Soerbakti, Managing Director PT Eka Sari Lorena Transport.
Perusahaan yang terkenal dengan angkutan bus antarkota antarprovinsi itu kini mengangkut sekitar 10 juta orang per tahun. Kini perusahaan beraset Rp3 triliun itu merajai transportasi darat di Jawa dan Sumatra.
"Daerah yang paling besar kontribusinya ke pendapatan perusahaan ialah Sumatra sekitar 60 persen. Ini karena sekarang Sumatra tengah berkembang. Jawa yang sudah padat berkontribusi 40persen," tutur Dwi.
Dwi yakin transportasi darat merupakan kebutuhan rakyat Indonesia dibandingkan dengan angkutan udara. Ia pun optimistis rencana pemerintah membangun infrastruktur jalan akan terwujud.
Dwi memperkirakan dalam waktu 10 tahun bisnis transportasi darat di Sumatra akan jenuh. Karenanya, bila infrastruktur Trans-Kalimantan dan Trans-Sulawesi terealisasi, Lorena akan masuk ke dua pulau tersebut.
Selain itu, Dwi membocorkan rahasia ekspansi perusahaan setelah IPO digelar pada tahun depan. "Kami akan terjun ke bisnis taksi," ungkapnya. Ada dua kota besar yang diincar taksi Lorena., tapi masih dirahasiakan tepatnya.
Kini Lorena memiliki sekitar 1.020 bus. Ada penambahan bus bila dibandingkan armada pada tahun lalu yang baru mencapai 960 unit. Untuk pembelian satu bus besar saja, Lorena harus merogoh Rp2 miliar.
Pertumbuhan perusahaan yang memiliki sekitar 1.500 karyawan itu pada tahun ini diperkirakan sekitar 15%-16%.
Dwi juga memiliki yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Pada Jumat (23/11), Dwi Rianta Soerbakti Foundation menggelar pengobatan gratis kepada 300 warga Menteng Pulo, Jakarta Selatan.
Hingga November tahun ini, Dwi Rianta Soerbakti Foundation sudah melakukan 28 kegiatan amal. Setidaknya, sudah 2.500 janda veteran, anak yatim, kaum duafa telah tersantuni dan memperoleh sembako dan pengobatan gratis.
Demikian ditegaskan Dwi Rianta Soerbakti, Managing Director PT Eka Sari Lorena Transport.
Perusahaan yang terkenal dengan angkutan bus antarkota antarprovinsi itu kini mengangkut sekitar 10 juta orang per tahun. Kini perusahaan beraset Rp3 triliun itu merajai transportasi darat di Jawa dan Sumatra.
"Daerah yang paling besar kontribusinya ke pendapatan perusahaan ialah Sumatra sekitar 60 persen. Ini karena sekarang Sumatra tengah berkembang. Jawa yang sudah padat berkontribusi 40persen," tutur Dwi.
Dwi yakin transportasi darat merupakan kebutuhan rakyat Indonesia dibandingkan dengan angkutan udara. Ia pun optimistis rencana pemerintah membangun infrastruktur jalan akan terwujud.
Dwi memperkirakan dalam waktu 10 tahun bisnis transportasi darat di Sumatra akan jenuh. Karenanya, bila infrastruktur Trans-Kalimantan dan Trans-Sulawesi terealisasi, Lorena akan masuk ke dua pulau tersebut.
Selain itu, Dwi membocorkan rahasia ekspansi perusahaan setelah IPO digelar pada tahun depan. "Kami akan terjun ke bisnis taksi," ungkapnya. Ada dua kota besar yang diincar taksi Lorena., tapi masih dirahasiakan tepatnya.
Kini Lorena memiliki sekitar 1.020 bus. Ada penambahan bus bila dibandingkan armada pada tahun lalu yang baru mencapai 960 unit. Untuk pembelian satu bus besar saja, Lorena harus merogoh Rp2 miliar.
Pertumbuhan perusahaan yang memiliki sekitar 1.500 karyawan itu pada tahun ini diperkirakan sekitar 15%-16%.
Dwi juga memiliki yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Pada Jumat (23/11), Dwi Rianta Soerbakti Foundation menggelar pengobatan gratis kepada 300 warga Menteng Pulo, Jakarta Selatan.
Hingga November tahun ini, Dwi Rianta Soerbakti Foundation sudah melakukan 28 kegiatan amal. Setidaknya, sudah 2.500 janda veteran, anak yatim, kaum duafa telah tersantuni dan memperoleh sembako dan pengobatan gratis.
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/24/365198/21/2/Lorena-Berencana-IPO-pada-Februari-2013
ANALISIS :
Menurut saya PT Eka Sari Lorena Transport merencanakan kebijakan yang baik guna pertumbuhan perusahaan tersebut. Mereka melepas sahamnya ke masyarakat bukan karena usaha mereka mengalami penurunan omset. Namun mereka memiliki pandangan bahwa bisnis transportasi darat akan menjadi kebutuhan yang lebih penting daripada transportasi lain. Dan mereka pula memiliki rencana ekspansi untuk Trans-Kalimantan, Trans-Sulawesi serta akan ekspansi di bisnis taksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar