PANGKALPINANG--MICOM: PT Timah (Persero) Tbk menyatakan salah satu alasan melakukan go international dengan melebarkan sayap eksplorasi ke Myanmar karena cadangan timah di Bangka Belitung (Babel) hampir habis.
"Berdasarkan peta tin belt, cadangan timah kita memang larinya ke Myanmar. Oleh sebab itu, kami melakukan eksplorasi ke sana," kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Agung Nugroho di Pangkalpinang, Bangka, Jumat (23/11).
Menurutnya, eksplorasi ke Myanmar dengan investasi sejumlah US$18 juta tersebut merupakan titik awal PT Timah untuk go international. "Sesuai arahan Kementerian BUMN, BUMN sekarang harus go international, sehingga kami mulai dengan Myanmar," ujar Agung.
Ia menyebutkan, PT Timah berencana melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum melakukan eksplorasi di Myanmar. Dari lahan seluas 10.000 hektare (ha) yang didapatkan di negara itu, tidak semuanya dieksplorasi. Sebab, proyek tersebut multiyears (tahun jamak), sehingga harus dipelajari terlebih dahulu, baru kemudian membangun smelter.
Agung juga mengatakan, penambangan yang akan dilakukan di Myanmar lebih fokus ke penambangan darat.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung upaya PT Timah Tbk untuk membeli tambang timah di Myanmar dengan luas 10.000 ha. Menteri mengatakan selama ini cadangan alam timah di Babel dijarah pihak asing serta adanya penambangan timah yang dilakukan secara ilegal yang merugikan PT Timah.
"Berdasarkan peta tin belt, cadangan timah kita memang larinya ke Myanmar. Oleh sebab itu, kami melakukan eksplorasi ke sana," kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Agung Nugroho di Pangkalpinang, Bangka, Jumat (23/11).
Menurutnya, eksplorasi ke Myanmar dengan investasi sejumlah US$18 juta tersebut merupakan titik awal PT Timah untuk go international. "Sesuai arahan Kementerian BUMN, BUMN sekarang harus go international, sehingga kami mulai dengan Myanmar," ujar Agung.
Ia menyebutkan, PT Timah berencana melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum melakukan eksplorasi di Myanmar. Dari lahan seluas 10.000 hektare (ha) yang didapatkan di negara itu, tidak semuanya dieksplorasi. Sebab, proyek tersebut multiyears (tahun jamak), sehingga harus dipelajari terlebih dahulu, baru kemudian membangun smelter.
Agung juga mengatakan, penambangan yang akan dilakukan di Myanmar lebih fokus ke penambangan darat.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung upaya PT Timah Tbk untuk membeli tambang timah di Myanmar dengan luas 10.000 ha. Menteri mengatakan selama ini cadangan alam timah di Babel dijarah pihak asing serta adanya penambangan timah yang dilakukan secara ilegal yang merugikan PT Timah.
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/24/365020/21/2/Cadangan-Habis-PT-Timah-Go-International-
ANALISIS :
PT TIMAH (Persero) Tbk membuat kebijakan yang baik dengan bersiap "go internasional" karena cadangan timah di Bangka Belitung semakin menipis. Mereka akan melebarkan sayapnya dengan eksplorasi ke Myanmar. Mereka juga telah mempersiapkan anggaran demi kelancaran eksplorasi dan akan membeli lahan penambangan di Myanmar.