Minggu, 06 Januari 2013


Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran induktif mungkin merupakan generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat (kausalitas).


1. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh ,data statistik dan sebagainya.

Contoh Generalisasi
Sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar serta memudahkan perhitungan dan pencatatan akuntansi memiliki berbagai jenis software yang dapat di gunakan seperti Dos, MYOB, Quick Book, Accurate 3.3.0, dan Zahir Accounting. Dari beberapa software tersebut yang paling banyak di gunakan adalah MYOB Accounting. Software ini bahkan telah menjadi materi wajib bagi siswa SMK atau mahasiswa perguruan tinggi Akuntansi, lembaga kursus khususnya untuk materi komputer Akuntansi.


2. Analogi
Penalaran analogi dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya memiliki beberapa sisi persamaan.

Contoh Analogi
Lulusan akuntansi dapat memilih profesi yang ingin mereka geluti. Diantara profesi yang tersedia sebagai lulusan akuntansi adalah auditor dan ahli pajak. Keduanya memiliki perbedaan tugas dalam pekerjaannya. Auditor bertugas mengumpulkan dan mengevaluasi transaksi-transaksi yang telah terjadi serta membuat pelaporan yang dibutuhkan, sedangkan ahli pajak bertugas menghitung tarif pajak berdasarkan dari jenis pajak yang didapatkan. Namun dari perbedaan tugas yang ada keduanya tetap berada dalam lingkup profesi bidang akuntansi.


3. Kausalitas
Penalaran kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat atau akibat-sebab.

Contoh Kausalitas
Akuntansi memiliki siklus yang bertahap dan harus dilalui dalam proses akuntansi yang berjalan secara terus menerus dan berulang yang dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu : analisis transaksi, jurnal, posting, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca lajur, jurnal penutup, laporan keuangan, neraca saldo setelah penutupan dan jurnal pembalik. Tahapan – tahapan tersebut harus dibuat dengan benar dan teliti. Oleh karenanya apabila terjadi kesalahan pada salah satu siklus tersebut maka akan mengakibatkan kesalahan yang menyeluruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar