“Introverts are not shy by definition, but they become drained by social
encounters and need time alone to recharge. Introversion might be partially
explained by culture, genetics and upbringing. More men are introverts than
women. It seems counter-intuitive, but introverts and closet introverts
populate the highest corporate offices, so much so that four in 10 top
executives test out to be introverts.“
(Del Jones, “Not All Successful CEOs are Extroverts”)
Introvert berbeda dengan pemalu, hanya saya orang introvert bisa merasa
tidak nyaman dengan interaksi sosial yang terlalu lama. Mereka butuh waktu
sendiri untuk mengisi energi. Bahkan, jumlah laki-laki yang introvert lebih
banyak daripada perempuan. Di dunia perkantoran, orang-orang introvet cukup
mendominasi. Setidaknya 4 dari 10 eksekutif adalah introvert.
“Some introverts aren’t stereotypically shy and can strike up conversations
with anyone. These introverts enjoy talking and listening to people, and going
to parties and events. But most introverts would rather be at home. Introverts
can find small talk easy but tiring – and sometimes boring. They’d rather have
meaningful conversations about the depths of human souls and minds, but find
few opportunities (those aren’t your usual conversations at water coolers or
dinner parties!).“
(Laurie Pawlik, “Caring for Your Introvert”)
Orang introvert bukan orang yang selalu menutup dirinya dari orang lain
atau dunia luar. Mereka sangat menikmati kegiatan mengobrol dan mendengarkan
orang-orang, hingga pergi ke pesta dan acara-acara lainnya. Meskipun ya
sebagian besar introvert lebih banyak memilih untuk berada di rumah. Basa-basi,
bagi seorang introvert, sebenarnya mudah tetapi kadang bisa sangat melelahkan
bahkan membosankan. Mereka cenderung memilih terlibat di percakapan-percakapan
yang lebih berarti dan berbobot tentang kedalaman jiwa manusia dan pikiran,
hanya saja tidak ada banyak kesempatan untuk mendapatkan hal tersebut.
Seberapa introvert-kah kita?
Berikut beberapa pernyataan yang bisa mengungkap seberapa introvert kah
diri kita :
1.
Saya lebih suka bicara empat mata daripada melakukan
aktivitas berkelompok.
2.
Saya sering mengungkapkan diri saya sendiri dalam
bentuk tulisan.
3.
Saya menyukai kesendirian.
4.
Dibandingkan rata-rata teman saya, saya tidak seberapa
mementingkan kekayaan, ketenaran dan status.
5.
Saya benci basa-basi tapi suka bicara mendalam tentang
topik yang buat saya penting.
6.
Menurut orang saya ini pendengar yang baik.
7.
Saya tidak suka mengambil risiko besar.
8.
Saya menikmati pekerjaan yang menghanyutkan dan hanya
sedikit diinterupsi.
9.
Orang bilang saya bicara dengan lemah lembut.
10.
Saya memilih tidak mendiskusikan pekerjaan saya dan
memperlihatkannya sampai semuanya tuntas.
11.
Saya suka merayakan ulang tahun dalam skala kecil
bersama satu-dua orang teman baik atau anggota keluarga.
12.
Saya tidak suka konflik.
13.
Saya menghasilkan karya terbaik saya sendirian.
14.
Saya cenderung berpikir sebelum berbicara.
15.
Saya merasa kewalahan setiap kali habis keluar rumah,
meskipun saya menikmatinya.
16.
Saya sering membiarkan telefon langsung masuk
voicemail.
17.
Saya memilih menghabiskan akhir pekan tanpa melakukan
apapun daripada melakukan banyak hal yang sudah direncanakan.
18.
Saya tidak suka melakukan banyak hal secara bersamaan.
19.
Saya mudah berkonsentrasi.
20.
Saya lebih suka ceramah daripada seminar.
(semakin banyak jawaban benar, semakin introvert-lah diri kita)
“Introverts tend to get their energy from within, so being with people is
draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel
exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone
reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up
again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills;
they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for
introverts is from within.“
Orang introvert bukanlah manusia gua. Mereka hanya perlu menyeimbangkan
semua aktivitas mereka dengan selalu menyisihkan waktu untuk bisa sendiri.
Dunia tanpa orang-orang introvert, bisa jadi adalah dunia yang terlalu ramai
tanpa ada peneliti, tanpa ada orang-orang bijak, tanpa ada ketenangan.
Sayangnya, anak-anak introvert sering “disalahkan”. Ketika masih kecil,
orang-orang kebanyakan akan membuat mereka tertekan hanya karena mereka berbeda
dari orang kebanyakan. Mereka pun menjadi minder dan bahkan pemalu, karena
merasa bahwa ada sesuatu yang salah dari diri mereka. Ketika tumbuh dewasa,
mereka tidak memiliki kepercayaan diri hingga mereka pun tidak percaya bahwa
diri mereka berhak dan bisa menjadi orang sukses.
Kita tidak bisa seratus persen menyatakan bahwa orang introvert tidak bisa
sesukses orang ekstrovert, atau sebaliknya. Introversi dan esktroversi mungkin
tidak bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang. Semuanya ditentukan
dengan bagaimana bisa berusaha sebaik mungkin dalam melakukan segala sesuatu,
berusaha untuk menyeimbangkan semuanya, dan ya tentu saja tetap menjadi diri
sendiri. Apalagi, tidak ada seorang pun yang murni introvert atau ekstrovert.
Masing-masing orang punya porsi introvert dan ekstrovert di dalam dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar