Minggu, 15 Desember 2013


Kunci Perubahan Diri Antara Kebenaran dan Pembenaran



Siapa yang tidak ingin berubah? Hanya pemalas yang tidak mau berubah. Semua orang ingin selalu berubah untuk hidup yang lebih baik. Bahkan, pemalas pun ingin berubah, yaitu ingin lebih menikmati kemalasannya.

Banyak orang yang ingin berubah, namun dia sulit sekali berubah. Seolah ada penghambat, dan menahan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Apa itu? Penghambat itu adalah: pembenaran!

Pembenaran atas apa yang kita lakukan, rasakan, dan dipikirkan selama ini adalah yang membuat kita sulit untuk berubah. Namun saat pembenaran di enyahkan, lalu diubah menjadi kebenaran, maka dunia pun berubah. Mengakui dan menerima kebenaran adalah kunci berubah.

Apa Itu Kebenaran?

Kebenaran sejati adalah apa yang tertulis di Al Quran dan Hadits shahih.  Dan ada kebenaran lain yang terdapat di alam ini, mengikuti hukum alam atau sunatullah. Ada kebenaran pada ayat tertulis dan tidak tertulis. Api adalah panas, itu sebuah kebenaran yang bisa kita rasakan sendiri, meski seandainya tidak ada ayat yang menjelaskan, kita tetap meyakini kebenaran ini.

Sayangnya, kebenaran itu sering kali dihapus, ditolak, atau diabaikan dan diganti dengan sebuah pembenaran. Untuk lebih jelaskan bisa saya berikan beberapa contoh.

Manusia akan diuji sesuai dengan kesanggupannya. Artinya seberat apa pun ujian yang diberikan kepada kita, kita PASTI sanggup. Ini jelas, ada dalilnya dalam Al Quran, surat Al Baqarah ayat terakhir. Namun apa yang terjadi? Banyak orang yang tidak mau menerima kebenaran ini, mereka menyerah, mereka berputus asa, dan mereka mengeluh. Dan jika ditanya, pasti akan banyak pembenaran-pembenaran yang keluar dari mulutnya.

“Ujiannya sangat berat, saya tidak sanggup.”

“Cobaan ini kenapa terjadi kepada saya, sayakan orang yang lemah.”

“Jelas saja dia bisa menghadapi ujian, karena dia orang kaya, sementara saya miskin”
dan berbagai pembenaran lainnya. Ya, kebenaran diganti oleh pembenaran.

Kebenaran Yang Paling Sulit Diterima – Menyakitkan

Banyak sekali kebenaran jika kita mau menggali. Kebenaran itu seluas ilmu Allah yang tidak mungkin kita pahami semuanya. Tugas kita adalah untuk terus menuntut ilmu agar semakin banyak kebenaran yang bisa kita miliki.

Kebenaran tentang apa?

Ya, kebenaran tentang kekurangan diri kita.

Hanya yang sudah memiliki sikap yang dewasa yang bisa menerima kebenaran ini. Harus benar-benar dewasa. Memang tidak mudah, sekali kita bisa menerima kebenaran itu, perubahan pun akan terjadi ke arah yang jauh lebih positif.

Lalu bagaimana agar kita bisa menerima kebenaran sehingga bisa berubah?

Itu keputusan kita. Artinya kita yang memutuskan, apakah anda mau berubah atau tidak. Jika mau, terimalah kebenaran tentang diri kita. Kita tidak akan pernah bisa mengarahkan kemudi kapal, jika kita tidak mengetahui kita sedang ada dimana.

Jadi, carilah kebenaran tentang diri kita, kemudian terimalah. Ciri anda sudah menerima kebenaran adalah kita akan langsung berubah. Jika masih belum berubah, artinya masih ada pembenaran. Kita yang putuskan. Menerima kebenaran tentang diri, itu kunci perubahan.


Jumat, 13 Desember 2013


Kenapa harus Mengapa ?



Bila kita belum bertemu seseorang yang telah kita tunggu, kita mungkin bertanya-tanya mengapa orang itu belum datang. Ketika kita gagal mencapai salah satu impian terbesar kita, kita mungkin merasa terganggu dan bertanya mengapa kita harus gagal padahal kita telah mencoba yang terbaik untuk itu. Ketika hal-hal tampaknya salah dan kita berada di posisi yang kurang menguntungkan, kita mungkin akan mempertanyakan mengapa harus kita. Bila kita harus kembali dari awal, tetapi kita sudah punya sangat lelah, kita akan bertanya mengapa kita perlu kembali ke garis start.

Pertanyaan "Mengapa" mungkin akan membuat hal-hal menjadi lebih buruk, bagaimana jika kita mengubah pertanyaan "mengapa" dengan "bagaimana"? Seperti : Bagaimana kita bisa mengambil langkah-langkah baru setelah gagal, Bagaimana hal ini dapat diselesaikan dengan baik jika kita melakukan ini dan itu, Bagaimana hidup kita setelah kita mengambil langkah-langkah baru dan melakukan upaya lebih banyak, Bagaimana akan masa depan kita jika kita mencoba semua yang terbaik sekarang?

Apakah terdengar lebih baik? Atau, kita hanya perlu berhenti bertanya dan hanya menikmati hidup?

Temukan jawaban mu sendiri : )

Rabu, 11 Desember 2013


Pekerjaan untuk para introvert



Orang introvert cenderung lebih pendiam dan suka menyendiri. Walaupun terkesan sering menyendiri, tapi seorang introvert bisa menjadi teman yang sangat loyal. Karena orang introvert cenderung pendiam dan pemalu, maka tidak jarang mereka kesulitan apabila disuruh untuk tampil di depan banyak orang. Jelas ini dapat menghambat disaat mereka dewasa dan dalam mencari pekerjaan. Tapi apakah demikian? Sebenarnya mereka hanya perlu mencari pekerjaan yang cocok untuk orang introvert karena apabila mereka sudah berada di bidang yang disenanginya maka besar kemungkinannya mereka bisa berhasil. Beberapa pekerjaan khusus dimaksudkan untuk orang-orang yang lebih supel sementara yang lain lebih cocok untuk introvert. Jadi untuk semua introvert yang membaca ini, berikut adalah beberapa pekerjaan layak dipertimbangkan yang dilansir oleh magforliving.

·           Programmer
Pengembang perangkat lunak dan programer menganggap komputer atau laptop adalah teman terbaik mereka. Bahkan seringkali orang yang bekerja sebagai programmer atau pun pengembang software larut dalam kesibukan mereka sendiri untuk melakukan coding. Sosialisasi adalah hal terakhir di pikiran mereka. Jadi untuk semua introvert luar sana, ini bisa menjadi karir yang luar biasa bagi Anda.

·           Insinyur/Engineer
Hal ini tidak hanya para insinyur perangkat lunak yang lebih memilih berkutat dengan mesin dan kode-kode pemrograman. Salah satu pekerjaan yang memiliki sedikit interaksi terhadap orang-orang adalah hampir seluruh jenis insinyur. Itu tidak berarti bahwa seorang insinyur tidak harus berinteraksi dengan siapa pun, hanya interaksi mengambil bagian kecil dari pekerjaan mereka.

·           Ilmuwan peneliti
Penelitian dapat dilakukan terhadap banyak topik tetapi ada satu kesamaan dari semuanya adalah kemampuan mereka untuk berada di ruang laboratorium dalam waktu yang lama dan hanya dengan beberapa orang saja. Tak perlu dikatakan, penelitian bisa jadi pilihan karir yang sangat baik untuk introvert.

·           Translator
Orang introvert tidak akan cocok menjadi seorang penterjemah didepan banyak orang, tetapi mereka sangat baik sebenarnya dalam menerjemahkan. Beri mereka sebuah buku yang ditulis dalam bahasa asing dan mereka akan dengan senang hati menerjemahkannya untuk Anda. Sementara orang ekstrovert akan mati gaya apabila mereka hanya duduk sendirian dan menerjemahkan buku sebanyak 500 halaman.

·           Penulis
Seorang introvert juga bisa berprofesi sebagai penulis. Mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan meja atau di laptop mereka dan terus menulis. Rupanya, introvert dapat melakukan profesi ini ini jika mereka memiliki keterampilan menulis yang sempurna.

·           Pelukis
Penikmat seni tahu bahwa karya tidak dibuat dalam sehari. Seorang pelukis mungkin menghabiskan waktu selama berminggu-minggu dan bulan. Bagi orang yang kreatif dan ingin menjaga diri mereka sendiri, seorang pelukis akan menjadi salah satu pekerjaan yang ideal.

·           Analis
Introvert bisa sangat baik menjadi seorang analis dan melakukan riset kelembagaan, analis keuangan atau analis apapun yang berhubungan dengan menganalisa data. Satu-satunya persyaratan yang diperlukan adalah kemampuan menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneliti data dan kecerdasan untuk membuat kesimpulan.

·           Akuntan
Menjadi seorang akuntan dibutuhkan ketrampilan yang baik dalam angka, analisa dan kejelian. Menjadi akuntan bisa menjadi pekerjaan yang luar biasa membosankan karena selalu mengerjakan hal yang hampir sama secara rutin. Ini adalah salah satu pekerjaan terbaik yang tersedia untuk introvert.

·           Dokter hewan
Menghabiskan waktu dengan hewan tidak biasanya dianggap bersosialisasi, tapi mereka akhirnya bisa menjadi salah satu klien. Karir alternatif untuk menjadi seorang dokter, bidang ilmu kedokteran hewan mungkin terbukti menarik untuk introvert yang memiliki keinginan yang tulus untuk membantu hewan.

·           Driver
Mengangkut barang atau penumpang dan mengemudi ratus mil tanpa membuka mulut bisa menjadi keuntungan bagi introvert. Semua yang diperlukan adalah mendapatkan nyaman di belakang kemudi dan mengemudi.

Minggu, 08 Desember 2013


Introversi sebagai Tolak Ukur?



“Introverts are not shy by definition, but they become drained by social encounters and need time alone to recharge. Introversion might be partially explained by culture, genetics and upbringing. More men are introverts than women. It seems counter-intuitive, but introverts and closet introverts populate the highest corporate offices, so much so that four in 10 top executives test out to be introverts.“
(Del Jones, “Not All Successful CEOs are Extroverts”)

Introvert berbeda dengan pemalu, hanya saya orang introvert bisa merasa tidak nyaman dengan interaksi sosial yang terlalu lama. Mereka butuh waktu sendiri untuk mengisi energi. Bahkan, jumlah laki-laki yang introvert lebih banyak daripada perempuan. Di dunia perkantoran, orang-orang introvet cukup mendominasi. Setidaknya 4 dari 10 eksekutif adalah introvert.

“Some introverts aren’t stereotypically shy and can strike up conversations with anyone. These introverts enjoy talking and listening to people, and going to parties and events. But most introverts would rather be at home. Introverts can find small talk easy but tiring – and sometimes boring. They’d rather have meaningful conversations about the depths of human souls and minds, but find few opportunities (those aren’t your usual conversations at water coolers or dinner parties!).“
(Laurie Pawlik, “Caring for Your Introvert”)

Orang introvert bukan orang yang selalu menutup dirinya dari orang lain atau dunia luar. Mereka sangat menikmati kegiatan mengobrol dan mendengarkan orang-orang, hingga pergi ke pesta dan acara-acara lainnya. Meskipun ya sebagian besar introvert lebih banyak memilih untuk berada di rumah. Basa-basi, bagi seorang introvert, sebenarnya mudah tetapi kadang bisa sangat melelahkan bahkan membosankan. Mereka cenderung memilih terlibat di percakapan-percakapan yang lebih berarti dan berbobot tentang kedalaman jiwa manusia dan pikiran, hanya saja tidak ada banyak kesempatan untuk mendapatkan hal tersebut.

Seberapa introvert-kah kita?
Berikut beberapa pernyataan yang bisa mengungkap seberapa introvert kah diri kita :
1.        Saya lebih suka bicara empat mata daripada melakukan aktivitas  berkelompok.
2.        Saya sering mengungkapkan diri saya sendiri dalam bentuk tulisan.
3.        Saya menyukai kesendirian.
4.        Dibandingkan rata-rata teman saya, saya tidak seberapa mementingkan kekayaan, ketenaran dan status.
5.        Saya benci basa-basi tapi suka bicara mendalam tentang topik yang buat saya penting.
6.        Menurut orang saya ini pendengar yang baik.
7.        Saya tidak suka mengambil risiko besar.
8.        Saya menikmati pekerjaan yang menghanyutkan dan hanya sedikit diinterupsi.
9.        Orang bilang saya bicara dengan lemah lembut.
10.    Saya memilih tidak mendiskusikan pekerjaan saya dan memperlihatkannya sampai semuanya tuntas.
11.    Saya suka merayakan ulang tahun dalam skala kecil bersama satu-dua orang teman baik atau anggota keluarga.
12.    Saya tidak suka konflik.
13.    Saya menghasilkan karya terbaik saya sendirian.
14.    Saya cenderung berpikir sebelum berbicara.
15.    Saya merasa kewalahan setiap kali habis keluar rumah, meskipun saya menikmatinya.
16.    Saya sering membiarkan telefon langsung masuk voicemail.
17.    Saya memilih menghabiskan akhir pekan tanpa melakukan apapun daripada melakukan banyak hal yang sudah direncanakan.
18.    Saya tidak suka melakukan banyak hal secara bersamaan.
19.    Saya mudah berkonsentrasi.
20.    Saya lebih suka ceramah daripada seminar.
(semakin banyak jawaban benar, semakin introvert-lah diri kita)

“Introverts tend to get their energy from within, so being with people is draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills; they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for introverts is from within.“

Orang introvert bukanlah manusia gua. Mereka hanya perlu menyeimbangkan semua aktivitas mereka dengan selalu menyisihkan waktu untuk bisa sendiri. Dunia tanpa orang-orang introvert, bisa jadi adalah dunia yang terlalu ramai tanpa ada peneliti, tanpa ada orang-orang bijak, tanpa ada ketenangan.

Sayangnya, anak-anak introvert sering “disalahkan”. Ketika masih kecil, orang-orang kebanyakan akan membuat mereka tertekan hanya karena mereka berbeda dari orang kebanyakan. Mereka pun menjadi minder dan bahkan pemalu, karena merasa bahwa ada sesuatu yang salah dari diri mereka. Ketika tumbuh dewasa, mereka tidak memiliki kepercayaan diri hingga mereka pun tidak percaya bahwa diri mereka berhak dan bisa menjadi orang sukses.
Kita tidak bisa seratus persen menyatakan bahwa orang introvert tidak bisa sesukses orang ekstrovert, atau sebaliknya. Introversi dan esktroversi mungkin tidak bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang. Semuanya ditentukan dengan bagaimana bisa berusaha sebaik mungkin dalam melakukan segala sesuatu, berusaha untuk menyeimbangkan semuanya, dan ya tentu saja tetap menjadi diri sendiri. Apalagi, tidak ada seorang pun yang murni introvert atau ekstrovert. Masing-masing orang punya porsi introvert dan ekstrovert di dalam dirinya.