Minggu, 03 November 2013


Etika Profesi Akuntansi



Softskill merupakan kemampuan yang dilakukan secara non teknis yang tidak tampak secara fisik. Kemampuan tersebut dapat mengatur pola fikir, tingkah laku, serta ucapan seseorang. Softskill dibagi menjadi dua, yaitu softskill personal dan softskill interpersonal. Softskill personal adalah kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri, seperti mengatur pola fikir dan emosi. Sedangkan softskill interpersonal adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain seperti kemampuan komunikasi dan membangun relasi. 

Salah satu contoh kemampuan softskill adalah sikap tegas. Kata tegas memiliki arti tentu dan pasti (tidak ragu-ragu). Sikap tegas diperlukan untuk menerapkan disiplin bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar sebab tanpa sikap tegas maka disiplin akan kehilangan konsistensinya. Serta jika tidak memiliki sikap tegas maka seseorang akan mengalami keragu-raguan dalam proses pengambilan keputusan dan akan kecenderungan menunda untuk mengambil keputusan. Padahal seringkali seseorang dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara cepat. 

Untuk melatih sikap tegas dapat dipraktekan ketika kita diberi beberapa pilihan, maka kita harus menilai dengan cepat setiap pilihan yang ada, dan segera menentukan pilihan. Untuk benar atau salah dapat dipertimbangkan kemudian, karena kita hanya melatih sikap tegas. Jika sudah terbiasa, maka kita dapat meningkatkan sikap tegas yang penuh perhitungan. Sikap tegas ini penting agar terjadi efisiensi, baik dalam waktu maupun hal lainnya dalam pekerjaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar